No. Jenis Pelayanan kepada Mahasiswa Bentuk kegiatan, Pelaksanaan dan Hasilnya
1 Bimbingan dan konseling Bentuk kegiatan

Layanan bimbingan dan konseling kepada mahasiswa. Setiap mahasiswa akan mendapatkan dosen PA, yang tugasnya membimbing mahasiswa secara akademik dan non akademik mengenai perkuliahan, penerimaan kartu hasil studi (KHS), pengisian kartu rencana studi (KRS), pembayaran uang kuliah, kendala dalam proses perkuliahan, kurang bersemangat dalam mengikuti perkuliahan akibat kondisi ekonomi keluarga, mengalami masalah dengan sesama mahasiswa/mahasiswi serta  hal lainnya yang mendukung keberhasilan mahasiswa. Selain itu, kampus STIE Nias Selatan juga menyediakan layanan konseling oleh psikolog apabila masalah yang dihadapi mahasiswa tidak terselesaikan di dosen PA. Konseling dilakukan oleh seorang konselor yang memberikan layanan konseling di jam dan ruangan yang telah disediakan, yang kemudian hasilnya diserahkan kepada bidang kemahasiswaan untuk dievaluasi.

 Pelaksanaan:

Mahasiswa berkonsultasi dengan dosen pembimbing dan konselor dengan mendatangi ke ruang yang disediakan oleh STIE Nias Selatan.

 Hasilnya:

1.      Bagi mahasiswa: sangat membantu untuk memperoleh solusi dari kesulitan yang sedang dialami oleh mahasiswa/i di bidang akademis dan non akademis

2.      Bagi kampus: dapat menjadi parameter dan acuan terhadap mahasiswa/i yang kurang berdisiplin dan menghadapi masalah

2 Minat dan bakat (ekstra kurikuler) Bentuk kegiatan :

Mahasiswa mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baik minat maupun bakat.

Pelaksanaan :

Kegiatan yang dilaksanakan antara lain, seminar di kalangan mahasiswa, mengikuti lomba dan pertandingan, paduan suara, bakti sosial dan lain sebagainya.

Hasil :

Mahasiswa dapat menyalurkan minat dan bakat dalam berorganisasi, seni, olahraga dan sosial. Dari berbagai kegiatan mahasiswa banyak memperoleh pengalaman, semakin disiplin, dapat meningkatkan pengalaman kerja dengan tim, dan mampu meraih prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik.

3 Pembinaan soft skills Bentuk kegiatan:

Kegiatan keagamaan, pelatihan entrepreneurship dan latihan dasar kepemimpinan mahasiswa, dan kegiatan visit study.

Pelaksanaannya:

Kegiatan keagamaan, pelatihan entrepreneurship dan latihan dasar kepemimpinan mahasiswa dikoordinir oleh bagian kemahasiswaan Wakil Ketua III, kegiatan visit study dilakukan berdasarkan MoU yang ada.

Hasilnya:

Meningkatkan disiplin dan etika mahasiswa dalam kegiatan sehari-hari serta meningkatnya jiwa enterpreneurship, kemandirian, dan kepribadian moral.

4 Beasiswa

 

Bentuk Kegiatan

Menyediakan layanan dan menyampaikan informasi kepada mahasiswa/mahasiswi yang layak untuk menerima beasiswa dari KOPERTIS, Pemda, atau Yayasan, baik beasiswa berprestasi maupun beasiswa untuk mahasiswa/mahasiswi kurang mampu.

Pelaksanaannya

dilakukan dengan membentuk tim seleksi administrasi yang dibutuhkan

Hasilnya

Pada tahun 2014 mahasiswa yang menerima beasiswa cukup banyak yaitu :  Bantuan Beasiswa Berprestasi (BBP) 14 orang ,Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) 6 0rang . Pada tahun 2015 (PPA) 6 orang Beasiswa Bidikmisi 5 orang. Pada tahun 2017 (PPA) 15 orang, Bidikmisi 3 orang dan pada tahun 2018 Mahsiswa yang menerima beasiswa PPA 13 orang . Dengan adanya Beasiswa dapat membantu mahasiswa yang tidak mampu secara keuangan dan meningkatkan motivasi belajar bagi mahasiswa secara keseluruhan untuk meningkatkan IPK  atau prestasi akademik lainnya.

5 Kesehatan

 

Bentuk kegiatan:

Adanya pelayanan kesehatan berupa klinik bagi mahasiswa dan civitas akademika. Dilakukan melalui penyediaan ruangan kilinik kesehatan yang di dalamnya tersedia fasilitas kesehatan gratis bagi civitas akademika.

Pelaksanaan:

Klinik kesehatan dibuka bagi mahasiswa dan civitas akademika yang sakit, mahasiswa datang dengan menunjukkan KTM. Untuk gangguan kesehatan yang tidak dapat ditangani di klinik mahasiswa maka dilakukan rujukan ke rumah sakit terdekat.

Hasil:

Sangat membantu bagi mahasiswa didalam kesehatannya, sehingga program atau proses belajar tidak terganggu.

6 Kewirausahaan mahasiswa Bentuk kegiatan:

Adanya pelayanan bimbingan kewirausahaan mahasiswa dalam bentuk tugas kelompok yang dibimbing oleh dosen kewirausahaan (yang ditetapkan oleh Wakil III)

Pelaksanaan:

Dilakukan setiap akhir minggu (Kamis, Jumat, dan Sabtu) Mahasiswa di fasilitasi untuk menawarkan (menjual) produk atau usahanya melalui sarana yang telah dipersiapkan oleh kampus.

Hasil:

Ada mahasiswa yang mendapatkan hibah proposal bisnis dan mahasiswa memiliki kemampuan untuk membuka usaha.