014886300_1545903557-img_20181227_162722-1

Malang – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi menyebutkan, sudah ada modul pendidikan kebencanaan yang selesai disusun. Modul itu diharapkan bisa diterapkan ke pendidikan dasar dan menengah dalam waktu dekat.

“Ada paket modul pendidikan kebencanaan yang sudah selesai disusun,” kata Muhadjir di Universitas Muhammadiyah Malang, jawa Timur, Kamis 27 Desember 2018.

Modul tersebut disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Modul itu tak dimasukkan dalam mata pelajaran tertentu. Tapi ada di dalam program penguatan pendidikan karakter.

“Tidak akan disubkan (ke pelajaran tertentu) karena malah kacau. Masuk dalam pendidikan karakter, seperti modul lainnya yang juga sudah kami susun,” ujarnya.

Selain untuk pendidikan kebencanaan, modul yang juga sudah selesai disusun adalah untuk pendidikan antikorupsi yang disusun bersama Komisi Pemberantasan Korupsi. Ada pula modul radikalisme yang melibatkan Badan Penanggulangan Pencegahan Terorisme.

“Sekarang Dirjend Dikdasmen tinggal merancang apa tema atau judul yang tepat untuk modul itu. Kalau di luar negeri namanya liberal art, kalau di ya menyesuaikan,” ucap Muhadjir Effendi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memandang perlunya memasukkan pendidikan kebencanaan dalam kurikulum pendidikan. Pernyataan itu diunggah dalam akun instagram miliknya. Beberapa saat setelah bencana tsunami di Selat Sunda.